November 2009, apakah penurunan indeks seperti pada tahun 2008 akan berulang???


Masih jelas di ingatan kita bagaimana krisis ekonomi dunia membuat bursa utama dunia anjlok ke level terendahnya sejak Great Depression 1829. Hal ini menyeret IHSG jatuh dari titik tertinggi di level 2800 menjadi 1100 dalam kurang dari satu tahun.
Apakah akhir tahun 2009 ini akan sama seperti 2008? Jawabannya tidak.
Ada beberapa hal fundamental yang membedakan. Pada tahun 2008, dunia mengalami krisis likuiditas, dimana terjadi credit freeze yang membuat perusahaan – perusahaan kesulitan mempertahankan operasinya disamping penurunan daya beli konsumen. Pada tahun 2009 ini krisis likuiditas sudah tidak terjadi lagi, malahan di Amerika terjadi kelebihan likuiditas sebagai dampak dari program Bailout pemerintah US dan stimulus – stimulus untuk menggerakkan sektor riil.
Hal ini ditunjukkan dengan penurunan drastis pada Libor Rate dari 5% saat puncak krisis financial bulan Oktober 2008 ke level 0.1% per Oktober 2009. Ini mengindikasikan bahwa tingkat likuiditas semakin tinggi.
*LIBOR RATE:
LIBOR Edit

Apa akibat dari tingginya likuiditas di US?


Sektor riil mulai bergerak, tingkat pengangguran menurun, ekonomi mulai berjalan menuju perbaikan.

*JOBLESS CLAIM

Jobless Claim - edit

Likuiditas membanjiri semua sektor termasuk sektor keuangan di seluruh dunia. Hal ini mengakibatkan harga – harga saham naik sepanjang tahun 2009 ini. Setiap kenaikan selalu ada penurunan, sangat wajar kalau investor merealisasikan keuntungannya.

*IHSG 2007 – 2009

IHSG - edit

Pelemahan nilai Dolar US (USD) akibat mengalirnya dana – dana dari US keluar ke negara – negara berkembang (Emerging Market) termasuk Indonesia. Saat ini negara berkembang yang menjadi tujuan utama investasi asing adalah Brazil, Russia, India, dan China (B.R.I.C). Beberapa bulan terakhir ini para analis global memasukkan Indonesia dalam daftar tersebut. Fenomena ini menjelaskan mengapa nilai tukar rupiah terus menguat terhadap USD.

*USD/IDR 2008 – 2009

USD-IDR - edit

Tidak hanya melemah terhadap rupiah, USD juga melemah terhadap seluruh mata uang dunia seperti yang ditunjukkan pada USD Index dibawah ini.

*US Dollar Relative Index

USD Index - edit

Tiga hal di atas menggerakkan pasar keuangan termasuk saham naik. Pasar modal bergerak lebih cepat mendahului sektor riil. Saat pasar naik ke atas, tidak menutup kemungkinan terjadi profit taking untuk merealisasi keuntungan yang sudah ada.

Berikut adalah hubungan antara penguatan Rupiah dengan penguatan IHSG. Penguatan nilai Rupiah terhadap Dolar Amerika menunjukkan aliran dana masuk ke Indonesia. Likuiditas yang tinggi ini masuk ke pasar modal termasuk pasar saham yang mengakibatkan kenaikan IHSG. Saat ini terjadi profit taking, para investor, terutama investor asing merealisasikan keuntungan ganda, keuntungan dari kenaikan harga saham dan keuntungan selisih kurs.

IHSG VS USD 2008 – 2009

IHSG & IDR - edit

Apakah profit taking menyebabkan dana – dana (termasuk dana asing) kembali ke Amerika? Kemungkinan terbilang kecil karena Fed Rate sekarang hanya 0.25%, hampir 0%. Tendensinya adalah Investor menjual USD untuk diinvestasikan di negara yang memiliki tingkat suku bunga tinggi seperti Indonesia (Carry Trade)

Pasar saham turun, banyak peluang yang bisa diambil disaat harga saham turun dalam seperti table berikut ini

10-Nov-09
Stock Last Price Hi 2009 Potential Stock HIGHEST Potential
BNBR 86 144 67,44% BNBR 750 772,09%
BUMI 2.150 3.475 61,63% BUMI 8.750 306,98%
UNSP 670 1.010 50,75% UNSP 2.950 340,30%
CTRA 570 850 49,12% CTRA 1.070 87,72%
CTRP 280 410 46,43% CTRP 750 167,86%
ELTY 270 390 44,44% ELTY 700 159,26%
BTEL 115 165 43,48% BTEL 495 330,43%
BLTA 670 890 32,84% BLTA 2.340 249,25%
MEDC 2.575 3.400 32,04% MEDC 6.400 148,54%
INDY 2.125 2.800 31,76% INDY 3.600 69,41%
INCO 3.875 5.100 31,61% INCO 11.700 201,94%
TINS 1.880 2.400 27,66% TINS 3.895 107,18%
ANTM 2.200 2.775 26,14% ANTM 5.300 140,91%
ITMG 23.000 27.800 20,87% ITMG 36.500 58,70%
BBRI 7.350 8.700 18,37% BBRI 8.700 18,37%
BBCA 4.750 5.500 15,79% BBCA 5.500 15,79%
LSIP 7.600 8.750 15,13% LSIP 13.950 83,55%
BMRI 4.625 5.300 14,59% BMRI 5.300 14,59%
ASII 31.050 35.300 13,69% ASII 35.300 13,69%
BBNI 1.850 2.100 13,51% BBNI 2.900 56,76%
ISAT 5.150 5.800 12,62% ISAT 10.000 94,17%
UNVR 10.300 11.600 12,62% UNVR 12.100 17,48%
BDMN 4.475 5.000 11,73% BDMN 6.915 54,53%
SMCB 1.580 1.720 8,86% SMCB 2.040 29,11%
AALI 22.200 24.150 8,78% AALI 35.300 59,01%
INDF 3.050 3.300 8,20% INDF 3.300 8,20%
UNTR 15.500 16.750 8,06% UNTR 16.800 8,39%
ADRO 1.510 1.630 7,95% ADRO 1.760 16,56%
PTBA 14.500 15.350 5,86% PTBA 17.250 18,97%
INTP 11.750 12.400 5,53% INTP 12.400 5,53%
JSMR 1.820 1.920 5,49% JSMR 2.200 20,88%
PGAS 3.675 3.825 4,08% PGAS 3.825 4,08%
TLKM 8.750 9.100 4,00% TLKM 12.750 45,71%
SGRO 2.425 2.475 2,06% SGRO 5.050 108,25%
CTRS 650 630 -3,08% CTRS 1.360 109,23%
SMGR 7.350 7.100 -3,40% SMGR 7.400 0,68%
*
Stock Last Price Hi 2009 Potential Stock HIGHEST Potential
BKSL 89 171 92,13% BKSL 800 798,88%
BMTR 210 385 83,33% BMTR 1.440 585,71%
FREN 51 93 82,35% FREN 380 645,10%
TRUB 120 200 66,67% TRUB 1.660 1283,33%
ENRG 275 455 65,45% ENRG 1.530 456,36%
DEWA 157 245 56,05% DEWA 820 422,29%
CMNP 810 1.240 53,09% CMNP 3.550 338,27%
BRPT 1.300 1.720 32,31% BRPT 3.530 171,54%
SDRA 320 395 23,44% SDRA 395 23,44%
ADHI 415 510 22,89% ADHI 1.700 309,64%
KIJA 119 143 20,17% KIJA 290 143,70%
INKP 1.670 1.950 16,77% INKP 3.300 97,60%
HMSP 10.250 11.700 14,15% HMSP 17.000 65,85%
GZCO 215 240 11,63% GZCO 315 46,51%
PNLF 139 155 11,51% PNLF 256 84,17%
TKIM 1.780 1.980 11,24% TKIM 3.400 91,01%

Jika melihat tabel return di atas, dapat dilihat potensi keuntungan yang ada sangat menarik yaitu hingga 90% jika dihitung harga kembali ke harga bulan Agustus lalu.

Bagi investor yang ‘terlambat’ masuk ke pasar modal, ini momen yang tepat untuk memperoleh saham – saham berfundamental bagus di harga yang murah.

Bagi yang sudah masuk sejak awal 2009, sudah saatnya untuk ‘kembali’ menikmati keuntungan yang besar mengingat harga sudah murah.

Bagi yang belum sempat menjual sahamnya, coba sediakan cash untuk setidaknya membeli saham – saham tersebut hingga akhir tahun.

Perlu diingat, sejak Januari 2009 hingga September 2009, IHSG naik dari 1400 ke 2400, 71% keuntungan dalam 1 tahun!

Banyak Investor yang ‘menyesal’ tidak masuk pasar saat harga murah, bisa dibilang sekarang ini ‘waktu sedang berjalan mundur’ ke harga yang murah lagi disamping kondisi global tidak buruk, apalagi seburuk tahun lalu. Happy Hunting

Disclaimer ON

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: